Berkunjung ke Tumpi Readhouse

Tumpi Readhouse.. Tumpi? Sedikit bertanya-tanya saat dengar kata ini, karena dalam bayangan admin adalah rempeyek kacang hijau ^_^, kemudian admin berkesimpulan dalam hati kacang hijau kan kecil-kecil tapi begitu jadi jadi satu dan dicampur dengan tepung beras menjadi camilan rempeyek yang gurih, enak dan pastinya menghilangkan rasa lapar bagi yang memakannya (bermanfaat). Tapi, setelah berkunjung kesana dan ngobrol panjang X lebar, hehehe... *ini sih rumusnya persegi panjang ya ^_^, dari obrolan kita ternyata arti dari tumpi itu adalah Ros Bambu / Pangkal Bambu, dimana bambu adalah ciri khas dari desa simo.

Sudah beberapa kali sebenarnya mendengar Tumpi Readhouse, berawal dari salah satu pengurus pujesa yaitu Mba Dikkah yang bercerita pada saat kuliah sempat berkunjung ke “Tumpi Readhouse” Mba Dikkah bilang “ coba deh di liat di mbah Google dan youtube, ada kok filmya... bisa ga kita buat kaya tumpi?? “  Admin jawab deh “ Ok ntar coba kita cari info dan kita fikirkan bareng-bareng” obrolan kita terhenti sampai disitu, sampai beberapa minggu lalu pujesa kedatangan tamu. Jreng..jreng.. siapa tamunya? Namanya Mas Wahyu, sahabat dari Mba Rina salah satu pengurus Karang Taruna PUJESA. Beliau ini sangat senang mengikuti kegiatan beberapa komunitas di boyolali, nah salah satu hal yang menarik perhatian Mas Wahyu ini adalah “buku”. Nah disini benang merahnya, Pujesa ada project untuk membuat perpustakaan desa, tapi kami masih sangat kekurangan buku, pengalaman dan informasi mengenai perpustakaan desa. Akhirnya kami dan Mas Wahyu sepakat untuk berkunjung ke Tumpi Readhouse yang terletak di Desa Simo.

Kami berangkat sore hari pukul 15.30 Wib, kenapa sore? karena di pagi harinya Tumpi sedang diliput oleh TV One, kereeeeennnnnn kan? semakin minder deh Pujesa. Sepanjang perjalanan kami berdiskusi di mobil, kira – kira apa yang akan kita tanya ke pengurus Tumpi Readhouse secara kita ini masih sangat pemula jadi takutnya salah ucap atau mungkin pertanyaannya ga bermutu atau malah di cuekin sama pengurusnya. Tapi setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dan cukup terjal ya jalannya jadi harus berhati-hati, kami semua disambut dengan sangat baik dan super duper ramah oleh Mas Joko dan Mba Anna. Mereka berdua ini adalah sepasang suami istri yang merupakan penggagas dan pendiri Tumpi Readhouse, So sweet ya ^_^ . Kami berbincang banyak sekali, dan semua kekhawatiran kami saat di mobil tadi hilang sudah...... tanpa kami tanya, Mas Joko sepertinya sudah paham maksud kedatangan kami, beliau bercerita awal didirikannya Tumpi Readhouse dari th 2012 – 2016 ini, Up and down nya dan bagaimana cara mencari bantuan buku, kegiatan rutin disana agar anak-anak tidak bosan dan yang paling penting adalah semangat dan komitmen yang kuat. Banyak sekali ilmu yang kami peroleh dan hal itu selain membuat kami semakin semangat, juga membuat kami malu.

Apa yang membuat kami malu? Loyalitas... di zaman sekarang masih ada pemuda seperti Mas Joko dan Mba Anna yang mau menghibahkan ruang dapurnya untuk dijadikan ruang baca bagi masyarakat umum, meluangkan waktu yang pasti rasa lelah juga, mau memfasilitasi warga agar lebih melek dengan digital, mau berbagi ilmu tanpa pamrih dan semua itu didasari dengan komitmen “Orang pintar didesaku setelah lulus sekolah akan keluar kota, saya akan tinggal didesa untuk membangun desa dengan cara saya. Saat saya punya anak nanti saya ingin anak saya mempunyai lingkungan yang lebih baik yakni lingkungan yang membangun tumbuh kembangnya. Kurang lebih seperti itu yang admin tangkap dari perbincangan dengan mas joko.
Mba Anna baju pink ^_^, Kesalahan bukan pada mata anda, Fotonya Bluurrr


Sekali lagi abaikan foto bluurrrr nya , hiks..hiks..hiks


Mas Joko, Mas Muttaqin, Mas Wahyu


Foto bersama di depan Tumpi Readhouse




Oleh - oleh sunset dari Tumpi ^_^, dibela-belain turun dari mobil di tengah jalan, hehehe (Fredy yg ambil pict ga ada)
Waktu semakin sore dan kami berpamitan dengan Mas Joko dan Mba Anna, kami sangat berterima kasih karena Mas Joko dan Mba Anna mau membagi ilmu dan pengalamannya kepada kami semua semoga Tumpi Readhouse bisa langgeng terus, dan terus menjadi inspirasi bagi pemuda-pemudi seperti kami. Banyak ilmu yang kami dapatkan dan sepanjang perjalanan pulang di iringi suara adzan magrib dan sunset yang luar biasa indahnya, admin berfikir dan merenung jika di tiap desa ada pemuda seperti Mas Joko atau Mba Anna betapa pintarnya negeriku. Kita tidak perlu khawatir buta huruf di daerah kita atau di daerah – daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh ilmu pengetahuan. Semoga akan semakin banyak pemuda yang perduli dengan tempat lahirnya dan paham bahwa kemajuan dari sebuah bangsa salah satunya ditentukan dengan kualitas SDM pada generasi penerus yakni para pemuda, adik –adik, anak dan cucu kita nanti. Terima kasih buat Mas Wahyu dan Mas Muttaqin sudah mengenalkan kami dengan Tumpi Readhouse, semoga cita-cita membuka perpustakaan di desanya segera terlaksana. 
Terima kasih sudah mampir, see you next article. Salam Pujesa ^_^ .
Info lebih lanjut Tumpi Readhouse silahkan kunjungi: www.tumpi.org Fb : Tumpi Readhouse
Ilmu yang kami dapat :

  1. Komitmen (Visi dan Misi terus dipupuk dalam hati, jiwa dan semangat kita) 
  2. Program kerja yang jelas 
  3. Marketing, pentingnya media sosial dan sosialisasi dalam bentuk karya 
  4. Melibatkan orang lain, seperti sapu lidi jika hanya sebuah sapu lidi tidak dapat membersihkan debu, tapi saat dikumpulkan menjadi satu? ^_^ 
  5. Loyalitas dan pantang menyerah, seperti motto mas joko “Bersatu kita teguh, sendiri tetap tangguh” Jangan cepat putus asa saat tidak ada yang mendukung langkah kita. Do and See.... ^_^

Komentar

  1. Balasan
    1. Iya mas, seru dan pastinya menambah pengetahuan baru bagi pujesa. Tambah teman juga mas... thanks ya sudah mampir di blog pujesa

      Hapus
  2. nambah pengalaman..nambah wawasan..nambah teman..

    BalasHapus
  3. nambah pengalaman..nambah wawasan..nambah teman..

    BalasHapus
  4. selamat berbagi inspirasi pujesa!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trmksih sudah mampir.. semoga pujesa bisa langgeng (amin)

      Hapus

Posting Komentar

Silahkan jika anda ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.